Home » » Profile Letjen (Purn) Dading Kalbuadi - Ketua Badan Pengurus Yayasan Serulingmas (1992-1998)

Profile Letjen (Purn) Dading Kalbuadi - Ketua Badan Pengurus Yayasan Serulingmas (1992-1998)

Written By Wahyu Triono on Senin, 31 Agustus 2015 | 21.47



Tempat Tanggal Lahir : Cilacap, 14 April 1931
Meninggal : Jakarta, 10 Oktober 1999

Angkatan :
Kesatuan : Baret Merah
Pangkat Terkahir Militer Aktif : Letnan Jenderal TNI
Jabatan Terakhir Militer : Inspektur Jenderal Dephankam – Jakarta

Kolonel :
Komandan Group 2 Kopasandha
Komandan Operasi Seroja Timor-Timur
Panglima Komando Daerah Pertahanan dan Keamanan Timtim
Panglima Daerah Militer IX/Udayana
Kepala Perbekalan ABRI
Asisten Logistik Mabes ABRI
Asisten Logistik Kasum ABRI
Kepala Staf Umum ABRI – Jakarta
Inspektur Jenderal Dephankam – Jakarta

Adalah Jendral TNI (Purn) Benny Moerdani, mereka telah berteman dekat sejak P3AD (Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat) di Bandung, awal tahun 1950-an. Sejak masih siswa di P3AD, hingga menjadi petinggi di Mabes TNI, mereka selalu bersama. Saat Benny menjadi Panglima TNI, Dading menjadi orang kedua di Mabes TNI, yaitu sebagai Kasum. Ketika Benny "ditendang ke atas" sebagai Menhankam, Benny lagi-lagi mengajak Dading, dengan menempatkannya sebagai Irjen Dephankam. Begitu eratnya hubungan mereka berdua, jadi kalau kita membaca biografi, sepertinya kita juga sedang membaca perjalanan hidup Dading, karena begitu seringnya Benny menyebut nama Dading dalam biografinya itu.



Meski sudah malang-melintang di berbagai operasi tempur, bagi Dading tak ada yang lebih berkesan ketimbang operasi di Timtim. Salah satu sebabnya, ia memperoleh pangkat jenderal juga di Timtim, saat diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Pertahanan dan Keamanan Timtim, menggantikan Soeweno yang kebetulan juga sahabat dekatnya. Dading adalah tipe komandan tempur, yang sangat menikmati penugasan di medan perang. Seperti kata-katanya yang ia kutip dari Jenderal MacArthur: "Man will not fight and die unless they know what they fight and die for."


Letjen TNI (Purn) Dading Kalbuadi mantan Panglima perang "Operasi Seroja", meninggal Minggu (10/10), di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Saat memimpin "Operasi Seroja" (1975-1976), Dading membentuk tim-tim kecil untuk operasi penyusupan, dengan nama sandi "Operasi Umi-Tuti".Beberapa anggota tim khusus ini antara lain adalah: Kuntara, Tarub, Yunus Yosfiah, dan Sutiyoso. Anggota-anggota tim khusus ini ketika menyusup ke wilayah Timtim.

Dading dilahirkan di Cilacap (Jawa Tengah), 14 April 1931. Ketika menginjak usia remaja, ia telah bergabung dengan pasukan pelajar IMAM (Indoneia Merdeka atau Mati), yang daerah operasinya meliputi wilayah Banyumas, dan sekitarnya. Dalam pasukan IMAM inilah, ia sudah bersama-sama dengan Chalimi Imam Santosa (CI Santosa), yang kelak bersama Dading bergabung di RPKAD (kini Kopassus). CI Santosa namanya lebih dulu dikenal,karena ia banyak membantu Kol Sarwo Edhi Wibowo, dalam menumpas anggota PKI di pelosok Jawa.


Seusai periode perang kemerdekaan, Dading diterima sebagai siswa di sekolah calon perwira P3AD. Di P3AD ini, selain dengan Benny, ia bertemu dengan sahabat-sahabat yang lain, seperti Soeweno (mantan Pangkostrad), Sutaryo (mantan Kepala BAIS), Sebastianus Soekoso (mantan Gubernur Maluku), Gunawan Wibisono (mantan KAssospol ABRI). 





Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. SERULING MAS - All Rights Reserved
SM